Oleh: Sulis Syakhsiyah Annisa | 18 Oktober 2009

Status Hukum Perkawinan yang Diselenggarakan di Luar Sistem Hukum Indonesia Oleh WNI

imagesPada prinsipnya, prosedur  pelaksanaan pernikahan di luar negeri sama saja dengan prosedur pelaksanaan pernikahan di dalam negeri. Bagi warga Negara Indonesia yang akan melangsungkan pernikahan di luar negeri, diawasi dan dilakukan pencatatan pada bagian konsuler Perwakilan RI di Negara tempat pernikahan dilangsungkan.

Sedangkan, dalam Undang-undang No.1 tahun 1974 pasal 57 telah disebutkan bahwa yang dimaksud dengan perkawinan campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berwarganegaraan Indonesia.

Bagi mereka yang tinggal di Jakarta, ketentuan kian jelas, pasal 23 SK Gubernur DKI Jakarta No.15 Tahun 1999 menyebutkan: (i) Setiap perkawinan yang dilangsungkan di luar Indonesia antar WNI atau antara WNI dan WNA adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku di negara tempat perkawinan itu dilangsungkan dan bagi WNI tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-undang Perkawinan, (ii) Setelah kembali ke Indonesia, setiap perkawinan itu dilaporkan pada Kantor Catatan Sipil , sedangkan menurut Prof. Zulfa (Guru Besar Hukum Perdata Internasioanal Universitas Indonesia) bahwa: “Perkawinan yang dilangsungkan di Luar negeri adalah Perkawina sipil yang tidak dikenal dalam UU No.1 Tahun 1974”.

A. Prosedur Pernikahan di Luar Negeri

1. Pemberitahuan Kehendak Nikah di Luar Negeri

Bagi WNI yang akan melangsungkan pernikahannya di Luar Negeriharus menyampaikan kehendak nikahnya ke bagian konsuler Perwakilan RI di Luar Negeri, Penghulu di Luar Negeri harus memastikan bahwa berkas pemberitahuan kehendak nikah telah dipenuhi dengan melampirkan syarat-syarat sebagai berikut:

  • Surat keterangan untuk nikah
  • Fotokopi Akte Kelahiran
  • Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin;atau
  • Akte Cerai bila sudah pernah kawin; atau
  • Akte Kematian istri bila istri meninggal
  • Surat persetujuan mempelai
  • Surat keterangan dari kedutaan
  • Pas foto terbaru terbaru berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3  lembar. Apabila calon pengantin WNI nya adalah seorang wanita hendaknya memastikan kehadiran wali atau surat wakalah wali yang diketahai oleh kepala KUA/Penghulu setempat di Indonesia dan dilegalisasi oleh pejabat yang membidangi kepenghuluan di Departemen Agama Pusat. Dan bila calon mempelai pria yang belum mencapai umur 19 tahun dan bagi calon mempelai wanita yang belum mencapai 16 tahun hendaknya mengurus surat dispensasi dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat.Surat keterangan telah diimunisasi Tetanus Toxoid dari puskesmas/rumah sakit setempat.

2. Pengumuman Nikah di Luar Negeri

Apabila pengumuman nikah telah dipampang selama sepuluh hari kerja maka akad nikah sudah boleh dilaksanakan. Pelaksanaan akad nikah kurang dari sepuluh hari kerja hanya dapat dilangsungkan oleh penghulu jika terdapat keadaan-keadaan mendesak, dan itupun harus memperoleh dispensasi dari Knator Perwakilan RI di Negara setempat terlebih dahulu.

3. Prosesi akad nikah dan Pendaftaran Surat Bukti di Indonesia

Prosesi akad nikah yang terlaksana di Luar Negeri sama saja dengan prosesi akad nikah yang ada di dalam Negeri, begitu juga prosedur pencatatannya sampai masing-masing suami istri memperoleh kutipan akta nikah.

Jika suami istri tersebut kembali ke Indonesia, surat bukti pernikahannya harus didaftarkan di Knator Urusan Agama Kecamatan tempat tinggal mereka, dalam waktu satu tahun setelah berada di Indonesia ( UU No.1/1974 pasal 56 ayat (2) ).

B. Prosedur Perkawinan Campuran

1. Sesuai dengan UU Yang Berlaku

Perkawinan Campuran yang dilangsungkan di Indonesia dilakukan menurut Undang-Undang Perkawinan dan harus memenuhi syarat-syarat perkawinan. Syarat Perkawinan diantaranya: ada persetujuan kedua calon mempelai, izin dari kedua orangtua/wali bagi yang belum berumur 21 tahun, dan sebagaimua (lihat pasal 6 UU Perkawinan).

2.   Surat Keterangan dari Pegawai Pencatat Perkawinan

Bila semua syarat telah terpenuhi, maka dapat meminta pegawai pencatat perkawinan untuk memberikan Surat Keterangan dari pegawai pencatat perkawinan masing-masing pihak, “calon mempelai wanita dan calon mempelai pria ”, (pasal 60 ayat 1 UU Perkawinan). Surat Keterangan ini berisi keterangan bahwa benar syarat telah terpenuhi dan tidak ada rintangan untuk melangsungkan perkawinan. Bila petugas pencatat perkawinan menolak memberikan surat keterangan, maka  yang bersangkutan dapat meminta Pengadilan memberikan Surat Keputusan, yang menyatakan bahwa penolakannya tidak beralasan (pasal 60 ayat 3 UU Perkawinan).

Surat Keterangan atau Surat Keputusan Pengganti Keterangan ini berlaku selama enam bulan. Jika selama waktu tersebut, perkawinan belum dilaksanakan, maka Surat Keterangan atau Surat Keputusan tidak mempunyai kekuatan lagi (pasal 60 ayat 5 UU Perkawinan).

3.   Surat-surat yang harus dipersiapkan

Ada beberapa surat lain yang juga harus disiapkan, yakni:

Untuk calon suami:

Calon mempelai wanita harus meminta kepada calon suami  untuk melengkapi surat-surat dari daerah atau negara asalnya. Untuk dapat menikah di Indonesia, ia juga harus menyerahkan “Surat Keterangan” yang menyatakan bahwa ia dapat kawin dan akan kawin dengan WNI. SK ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya. Selain itu harus pula dilampirkan:

  • Fotokopi Identitas Diri (KTP/pasport) yang sah
  • Fotokopi Akte Kelahiran
  • Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin;atau
  • Akte Cerai bila sudah pernah kawin; atau
  • Akte Kematian istri bila istri meninggal
  • Surat izin menikah dengan WNI dari kedutaan Negara WNA
  • Pas foto terbaru terbaru berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar.
  • Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penterjemah yang disumpah dan kemudian harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara WNA tersebut yang ada di Indonesia.

Untuk calon istri:

Harus melengkapi hal-hal sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Akte Kelahiran
  • Data orang tua calon mempelai
  • Surat pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa anda tidak ada    halangan bagi anda untuk melangsungkan perkawinan
  • Apabila WNA adalah hendaknya memastikan kehadiran wali atau surat wakalah wali dari pihak yang berkuasa dari Negara yang bersangkutan.
  • Pas foto berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar.

4.   Pencatatan Perkawinan (pasal 61 ayat 1 UU Perkawinan)

Pencatatan perkawinan ini dimaksudkan untuk memperoleh kutipan Akta Perkawinan (kutipan buku nikah) oleh pegawai yang berwenang. Bagi yang beragama Islam, pncatatan dilakukan oleh pegawai Pencatat Nikah atau Pembantu Pegawai Pencatat Nikah Talak Cerai Rujuk. Sedang bagi yang Non Islam, pencatatan dilakukan oleh Pegawai Kantor Catatan Sipil.

5.   Legalisir Kutipan Akta Perkawinan

Kutipan Akta Perkawinan yang telah didapatkan, masih harus dilegalisir di Departemen Hukum dan HAM dan Departemen Luar Negeri, serta didaftarkan di Kedutaan negara asal suami.

Dengan adanya legalisasi itu, maka perkawinan yang sudah sah dan diterima secara internasional, baik bagi hukum di negara asal suami, maupun menurut hukum di Indonesia.

6.   Konsekuensi Hukum

Ada beberapa konsekuensi yang harus diterima bila salah satu mempelai menikah dengan seorang WNA. Salah satunya yang terpenting yaitu terkait dengan status anak. Berdasarkan UU Kewarganegaraan terbaru, anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNI dengan pria WNA, maupun anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNA dengan pria WNI, kini sama-sama telah diakui sebagai warga negara Indonesia. Anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda, dan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin maka ia harus menentukan pilihannya.

Pernyataan untuk memilih tersebut harus disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 tahun atau setelah kawin. Jadi  harus dipersiapkan untuk mengurus prosedural pemilihan kewarganegaraan anak untuk  selanjutnya.

Catatan:

Bagi perkawinan campuran yang dilangsungkan di luar Indonesia, harus didaftarkan di kantor Catatan Sipil paling lambat 1 (satu) tahun setelah yang bersangkutan kembali ke Indonesia. Bila tidak, maka perkawinan anda belum diakui oleh hukum kita. Surat bukti perkawinan itu didaftarkan di Kantor Pencatatan Perkawinan tempat tinggal mempelai wanita di Indonesia (pasal 56 ayat (2) UU No. 1/74).

Daftar Pustaka

Sutarmadi dan Mesraini, Administrasi Pernikahan dan Manajemen Keluarga, Anggaran DOP/DIPA/Non Reguler Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2006.

Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, Tata cara dan Mekanisme Pengurusan Perkawinan dan Rujuk di Indonesia, Jakarta: Departemen Agama RI, 2005.

LBH APIK Jakarta ”Prosedur Perkawinan Campuran di Indonesia” artikel diakses pada tanggal 14 Oktober 2008 dari

,http://www.jurnalhukum.blogspot.com/2007/03/perkawinan-campuran-2.html – 71k –



Responses

  1. wuiiihhh….banyak amat praturannya…

    • ehehehe…^_^
      begitulah klw mw halal secara agama dan Negara…

      • ola kak sulis
        mau tanya aku kiki. aku sudah tunangan dengan org spanyol rencananya sih kita mau menikah di maroko dan sekarang aku sendiri ada di maroko sama dia . kalo kita menikah di maroko gimana ya persyaratanya ? apakah aku harus pulang ke indonesia dulu untuk mengurus doc. ? soalnya ribet juga kalo liat di persyaratanya pengajuan menikah di luar negeri
        .sedangkan kita sudah di maroko . dan sedangkan calmi(calonsuami) harus balik kerja di spanyol . bisakah kalo menikah dengan doc seadanya baru lapor setelah akad nikah / pernikahan ????

        gracia kak sulis

      • sebaiknya cari infonya terlebih dahulu ke KBRI di Maroko ya Kiki, tanya syarat dan dokumen-dokumen yang diperlukan, apakah ada cara yang sesuai dengan keadaan Kiki.

  2. Mba Sulis, kalo aq mo nikah ma org Kanada, syarat’a sama aja ya kaya yg di atas? berapa lama tuh biasa’a ngurus2 surat nikah? Soal’a dia nyuruh aq ngurus cepet2, jadi pas dia balik lagi ke Indonesia, semua dah selesai, tinggal akad nikah. Terus dari pihak laki2′a cuma ngasih surat2 identitas dia aja ke kita, kita yg urus semua, bisa ga ya kira2?

    • syarat2nya kan ini Ningky, biasanya agak lama coz harus dapet surat izin/keterangan dapat menikah di Indonesia dari Kanada, klw pihak Kanada cepat memberikan izin ya insyalloh bisa cepet, nah syarat berkas2 yang harus dilengkapi sama kamu dari calon suami kan juga harus lengkap, klw semua syarat bisa secepatnya terpenuhi kemungkinan ga nyampe 2 bulan dapet…

      Untuk calon suami:

      Calon mempelai wanita harus meminta kepada calon suami untuk melengkapi surat-surat dari daerah atau negara asalnya. Untuk dapat menikah di Indonesia, ia juga harus menyerahkan “Surat Keterangan” yang menyatakan bahwa ia dapat kawin dan akan kawin dengan WNI. SK ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya. Selain itu harus pula dilampirkan:

      * Fotokopi Identitas Diri (KTP/pasport) yang sah
      * Fotokopi Akte Kelahiran
      * Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin;atau
      * Akte Cerai bila sudah pernah kawin; atau
      * Akte Kematian istri bila istri meninggal
      * Surat izin menikah dengan WNI dari kedutaan Negara WNA
      * Pas foto terbaru terbaru berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar.
      * Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penterjemah yang disumpah dan kemudian harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara WNA tersebut yang ada di Indonesia.

      Untuk calon istri:

      Harus melengkapi hal-hal sebagai berikut:

      * Fotokopi KTP
      * Fotokopi Akte Kelahiran
      * Data orang tua calon mempelai
      * Surat pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa anda tidak ada halangan bagi anda untuk melangsungkan perkawinan
      * Apabila WNA adalah hendaknya memastikan kehadiran wali atau surat wakalah wali dari pihak yang berkuasa dari Negara yang bersangkutan.
      * Pas foto berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar.

      akhirnya dirimu,,,semoga dimudahkan dan dilancarkan ya,,, ;)
      kangen uey…

  3. Waaahhhh… Alhamdulillah…
    Syukron katsiron ya mba Sulis :)
    Blok mba bener2 membantu banget.

    Syukron juga buat doa-nya… Amin
    Kalo ada masalah apa2, nanti aq konsultasiin ma mba Sulis ya ;)

    • alhamdulillah tujuannya kan itu nek, bisa bermanfaat untuk semuanya…
      eh, surat keterangan dr Kanadanya cuma berlaku 6 bulan ya,,,,;)
      jangan lupa undang-undang yah….

  4. Rebezz mba Sulis ;)

  5. Mbak Sulis,kalau pernikahan campuran telah dilakukan tetapi hanya secara agama dan sudah lahir anak bolehkah dia memegang 2 paspor dari negara Ibu dan Bapaknya? karena dia mempunyai kewarganegaraan ganda.Terimakasih

    • karena anak lahir dari pernikahan secara agama/nikah dibawah tangan maka anak tidak bisa membuat paspor coz akta kelahiran kan hanya didapatkan dari pernikahan yang dicatatkan.

      kemungkinan tidak bisa…^_^
      karena syarat-syaratnya sbb:

      1. Mengisi formulir permohonan paspor (yang diisi adalah data anak dan ditandatangani atas nama orang tua)

      2. Melampirkan fotocopy persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
      a. Akte kelahiran anak;
      b. Surat nikah orang tua;
      c. KTP Jepang anak;
      d.KTP Jepang orang tua
      e. Paspor kedua orang tua
      f. 4 (empat) lembar foto ukuran 3×4 cm dengan latar belakang warna merah dan mengenakan baju warna terang

      nah harus ada akte lahir dan surat nikah ortu kan.

      semoga bermanfaat ya..Marlina.. :)

  6. kalau nikah beda Negara tapi kondisinya mw ta’adud bagaimana mba?
    apa saja syarat2nya?
    trimakasih

  7. Syarat u pernikahannya tetap sama pak..

    nah untuk ta’adudnya, tidak semua Negara Muslim mengizinkannya, seperti UU Perkawinan di Negara Turki dan Tunisia melarang Poligami,

    tapi sebagian Negara membolehkan dengann Syarat-syarat seperti Negara Maroko, Iran, Yaman Selatan, Somalia, Al Jazair.
    syarat-syaratnya yaitu:
    -mendapat izin dari istri pertama dan diketahui oleh bakal istri.
    -mendapatkan izin resmi dari Pengadilan.
    -dapat Adil secara moril dan materil.
    -ada kepentingan sosial

    syarat pokok biasanya:
    -istri memiliki penyakit kronis yang mengakibatkan tidak dapat melayani suami.
    -istri pertama tidak dapat mengandung.

    (syarat di Negara Malaysia lebih ditetapkan kepada istri dan suami)
    syarat Istri:
    -mandul
    -keuzuran jasmani
    -tidak layak lagi bersetubuh karena sakit
    -sengaja tidak mau lagi memenuhi hak suami
    -memiliki gangguan jiwa/gila

    syarat Suami:
    -mampu secara ekonomi
    -berusaha adil kepada istri2nya
    -perkawinan tidak membahayakan agama, nyawa, dan harta benda istri pertama.
    -perkawinan tidak menurunkan martabat istri maupun orang lain baik langsung atau tidak langsung.

    nah untuk negara2 non Muslim tidak ada ketentuan untuk itu, karena mereka menganut hukum Kolonial hakikatnya perkawinan adalah monogami.

    semoga bermanfaat…
    (saya bersumber atas buku Hukum keluarga di Negara-negara Muslim)

  8. assalamualaikum wr wb.
    saya eka putri dan saya akan menikah dengan lelaki berkewarganegaraan turki. saya mau bertanya apa saya bisa melangsungkan pernikahan disana? apa saja persyaratan saya dari indonesia? apa semua itu membutuhkan biaya dan berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk mengurusi surat-surat pengantar tersebut?
    saya mohon bantuannya dan terimakasih banyak.

  9. wa’alaikumsalam.wr.wb
    mba Eka, untuk syaratnya sama mba dengan yang sudah dipaparkan diatas, mba bisa melaksanakan pernikahan di Turki, setelah memiliki syarat2 lengkapnya. kalau untuk biayanya itu yang susah dijawab coz beda Negara juga kan akan lain-lain biayanya. maaf tidak bisa membantu dengan optimal, semoga dimudahkan dan dilancarkan..amin :)

  10. pacar saya org turki.. qr brniat akan menikah tp ada beberapa kendala, apa benar jika sya ingin menikah dgn org turki maka sy harus mengunjungi turki sebagai turis selama minimal 4 kali kunjungan?? baru stelah sya 4 kali kunjungan k turki sy bs menikah dgn org turki?? lalu bgmn dgn peraturan d negera kita apa spt itu juga?? mohon balasannya… salam

  11. mbak aku status sudah pernah menikah cerai hidup,rencananya saya mau menikah dengan lelaki turki,dan menikah di sana karena mamanya sudah sangat tua jadi tidak memungkinkan untuk menikah di indonesia,jadi tolong mbak sulis apa aja sih syaratnya aduh saya pusing bgt nih…tolong infonya ya mbak trimakasih

    • Jika Saudari nantinya menikah di Turki, Sesuai dengan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, perkawinan WNI(atau salah satunya WNI) yang dilaksanakan di luar negeri wajib dicatatkan pada instansi yang berwenang di negara setempat dan dilaporkan pada Perwakilan Republik Indonesia. Selanjutnya dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak yang bersangkutan kembali ke Indonesia, harus dilaporkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sesuai domisili ybs.
      Adapun persyaratan untuk pelaporan perkawinan LN pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta adalah :
      a. Bukti pengesahan perkawinan di luar Indonesia;
      b. Kutipan akta kelahiran;
      c. Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk;
      d. Kutipan Akta Perceraian atau kutipan Akta Kematian suami/isteri bagi mereka yang pernah kawin;
      e. Pasport kedua mempelai;
      f. Pasfoto berdampingan ukuran 4 x 6 cm sebanyak empat lembar.
      Sedangkan jika Saudara akan melangsungkan pernikahan di Indonesia, Sesuai dengan UU No.1 tahun1974 tentang perkawinan dan PP No.9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UU no.1 tahun 1974,persyaratan perkawinan secara umum antara lain adalah:
      1. Pria sudah berumur 19 tahun dan wanita
      sudah berumur 16 tahun.
      2. Izin tertulis/izin pengadilan, bila mempelai
      belum berumur 21 tahun.
      3. Kutipan Akta Kelahiran kedua mempelai.
      4. Akta Kematian istri/suami atau Akta Perceraian, jika pernah menikah sebelumnya.
      5. Bila mempelainya orang asing, maka harus
      melampirkan dokumen keimigrasian dan surat keterangan dari kedutaan negara yang bersangkutan.
      6. Surat Pengantar dari Kelurahan sesuai dengan domisili.
      7. Surat Pengantar (numpang nikah) dari KUA
      sesuai dengan domisili.
      8. 2 orang saksi yang memenuhi syarat.
      Mengenai dokumen keimigrasian, antara lain adalah paspor, visa. Sedangkan surat lapor diri adalah yang dikeluarkan oleh Kepolisian di Indonesia.
      Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pencatatan perkawinan dari mereka yang melangsungkan perkawinan menurut agama Islam dicatatkan di Kantor Urusan Agama, sedangkan bagi mereka yang melangsungkan perkawinan menurut agama selain Islam, pencatatan dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

      sumber : http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/suara-warga?func=view&catid=10&id=650

      • mbak aduh terus terang saya masih bingung nih dengan jawaban mbak sulis…he.he…maklumlah saya tidak sepintar mbak :) sekarang saya masih di indonesia tepatnya di jawabarat,jadi saya ingin mengurus surat surat untuk untuk bisa menikah di turki di indonesia saja,jika syarat yang mbak tulis di atas sudah lengkap saya harus membawanya kekedutaan mana mbak? kedutaan turkey apa kedutaan indonesia? terus minta syaratnya lbh detail lagi ya mbak maklumlah klw lg stress otak suka bolot….terimakasih ya mbak sulis atas jawabannya

  12. mba Yanti,,,,
    Untuk Menikah dengan WN turki, syarat yang harus di lengkapi dari negara yang bersangkutan adalah:

    1. (Kartu keluarga)

    2. TC. kimlik (ktp)

    3. pasport

    semua dokumen itu di bawa ke kedutaan turki di kuningan jakarta untuk di proses, dan kedutaan turki akan mengeluarkan 3 surat rekomendasi untuk yang bersangkutan sebagai syarat menikah di NKRI:

    1. Surat rekomendasi untuk yang bersangkutan bahwa diperkenankan menikah di wilayah NKRI

    2. Surat keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah WN TURKI dengan status single/ duda dan tidak mempunya ikatan pernikahan di turki

    3. Keterangan kartu tanda penduduk yang menyatakan bahwa kedutaan turki menjamin keterangan tersebut.

    **semua sudah di translate dalam bahasa indonesia oleh pihak kedutaan turki jakarta, dan yang bersangkutan hanya akan di kenakan biaya per lembar surat Rp 53.000,00 (info terakhir 2011)

    dan tidak membutuhkan penerjemah tersumpah, semua sudah di urus pihak kedutaan turki jakarta.

    Jika sudah melangsungkan pernikahan, wajib lapor diri kembali kekedutaan turki, untuk pengakuan pernikahan di indonesia dalam hukum negara turki:

    syarat yang di bawa kembali ke kedutaan:

    1 surat salinan buku nikah dan buku nikah asli, photocopy KK dari pihak indonesianya, photocopy kedua orang tua dari pihak indonesianya, akta lahir.

    Nanti dari pihak kedutaan akan memberikan dokumen dalam amplop yang harus dikirim oleh yang bersangkutan ke kota dimana si WN turki tinggal.

    Embassy of turkey

    jl rasuna said kav. 1 kuningan , jakarta 12950

    telp. 021 525 6250

    021 526 4143

    fax : 021 21 522 60 56

    email: embassy.jakarta @mfa.gov. tr

    weekday: senin- jumat : 09.00 – 12.00

    13.30 – 17.00

  13. mungkin form N1,N2,N3,N4 kali ya mba? itu adalah form yang harus diisi dari KUA setempat.

  14. alhamdulilah step by step surat persyaratan ku dah hampir rampung…ini berkat mbak sulis yg super sabar kasih tahunya,sekarang tinggal surat ijin dari kedutaan nih…saya harus pergi ke kedutaan mana untuk bisa menikah di turki,trs biayanya mahal ga?

  15. maksudnya bayar di kedutaannya…hi.hi..

  16. mbak sulis, sy btuh bantuan n saran dr mbak nieh…
    sy menjalin hbngan cinta online dg seorg warga canada selama 2 thn dan dia menyatakan keseriusan’y utk menkahi sy. awal thn dpn dia akan berkunjung ke indonesia dan dlm masa kunjungan’y itu dia akan menikahi sy. dia bersedia memberikan semua syarat yg dibutuhkan dan meminta sy utk mengurus semua’y jd sewkt dia dtng ke indonesia, kt bs sgra melangsungkan pernikahan yg sah scr agama dan negara.
    yg jd beban pikiran sy, apakah sy bs mengajukan syarat2 mnikah dg dia krn sy blm prnh brtemu scr lgsg?
    sbgaimana diuraikan dlm penjelasan mbak sulis diatas bhw salah satu syarat utk menikah di indonesia adl bhw calon suami hrs mpy surat izin menikah dg WNI dr kedutaan negara WNA. Maksud’y surat izin dr kedutaan kanada di indonesia atau izin dr kedutaan indonesia di kanada atau izin dr kedutaan kanada di kanada? mohon penjelasan’y mbak….terima kasih.

  17. Anda harus meminta calon suami anda untuk melengkapi surat-surat dari daerah atau negara asalnya. Untuk dapat menikah di Indonesia, ia juga harus menyerahkan “Surat Keterangan” yang menyatakan bahwa ia dapat kawin dan akan kawin dengan WNI. SK ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya. Selain itu harus pula dilampirkan:

    • Fotokopi Identitas Diri (KTP/pasport) yang berlaku.
    • Fotokopi Akte Kelahiran
    • Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin;atau Mempunyai surat keterangan mengenai status yang bersangkutan (single, duda atau janda) berupamarriage licence dari Municipal Office setempat, untuk wilayah Ontario dari Office the Registrar General.Marriage licence ini hanya berlaku 3 bulan (Ontario Municipal Office).
    • Akte Cerai bila sudah pernah kawin; atau
    • Akte Kematian istri bila istri meninggal
    • Bagi yang beragama Islam, dilakukan di KUA.
    • Bagi yang beragama bukan Islam, pernikahan dilakukan di Kantor Catatan Sipil, dengan catatan: Pernikahan yang dapat dicatat adalah pernikahan yang telah dilangsungkan sesuai ketentuan hukum agama masing-masing (pasal 2 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan).
    • Mempunyai izin dari Kedutaan Besar/Konsulat Kanada di Indonesia.

    Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penterjemah yang disumpah dan kemudian harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara WNA tersebut yang ada di Indonesia.

  18. mksh byk atas jawaban’y ya mbak, ini benar2 sgt membantu sy…..
    sekali lg, terima kasih….

  19. Asslkm mbk sulis.
    aku rencana mau nikah sama org Iran dan legal pernikahan di iran acaranya, aku mau tanya , dokument apa yg harus aku persiapkan yang biasanya pihak negara iran minta?

    terima kasih banyak mbk

  20. Calon mempelai WNI telah melakukan lapor diri di KBRI (negara tempat akan dilangsungkan pernikahan). Calon pengantin dapat melangsungkan pernikahan secara Sipil menurut hukum Negara WNA atau secara hukum Indonesia di KBRI berdasarkan syariat Islam (Akad Nikah/ Ijab Qabul, jika keduanya memeluk agama Islam).
    Untuk persyaratan nikah secara hukum Negara WNA (Catatan Sipil/ Civil Registration), maka hendaknya dikonsultasikan secara langsung pada Kantor Catatan Sipil/ Registro Civil dimana calon suami/ istri anda tinggal/ berdomisili di negara asal WNA.
    Persyaratan apa saja yang diperlukan untuk calon suami/ istri yang WNA dan dokumen apa saja yang diperlukan oleh anda untuk menikah sebagai warga asing (UE/ Non UE). Karena untuk dokumen-dokumen yang diperlukan apa saja adalah kompetensi pihak Pemerintah Negara Asing (Civil Registration). Masing-masing kantor Civil Registration tiap kota memiliki persyaratan dokumen yang berbeda, meskipun ada standar persamaan dasar pada beberapa dokumen. Tergantung dari kota mana (di negara asal WNA) dan dengan jumlah penduduk berapa.
    Sejauh yang kami ketahui biasanya kelengkapannya adalah sbb:

    1. Akte Kelahiran. (Diterjemahkan ke dalam bahasa nasional calon mempelai WNA secara resmi, dilegalisir di Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan negara calon mempelai WNA di Jakarta dan KBRI di negara calon mempelai WNA).

    2. Surat Keterangan Status Sipil. ** Bagi umat Islam diurus di KUA dan untuk non muslim diurus di Kantor Catatan Sipil dimana calon mempelai tinggal. Untuk pengurusan ini, perlu surat pengantar dari kelurahan & dilegalisir di kecamatan. Bagi umat kristiani, dilampirkan juga surat yang dikeluarkan oleh pihak gereja.

    (Diterjemahkan ke dalam bahasa nasional calon mempelai WNA secara resmi, dilegalisir di Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan calon mempelai WNA di Jakarta dan KBRI di negara calon mempelai WNA).

    3. Fotokopi Kartu Keluarga.

    4. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).****
    (Diterjemahkan ke dalam bahasa nasional calon mempelai WNA secara resmi, dilegalisir di Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan negara calon mempelai WNA di Jakarta dan KBRI di negara calon mempelai WNA).

    5. Surat keterangan domisili. Diperoleh dari kelurahan & dilegalisir di kecamatan. (Tidak Perlu diterjemahkan).

    6. Surat persetujuan orang tua. Dibuat diatas kertas bermeterai Rp. 6.000 dan ditandatangai kedua orang tua / wali yang berhak, dilampiri juga fotokopi KTP/ paspor orangtua/ wali yang tandatangan. Isi suratnya menyatakan bahwa memberikan ijin anaknya yang bernama…, status sipil…, dengan identitas… beralamat di… untuk menikah di negara calon mempelai WNA dengan WNA yang bernama…, status…, dengan identitas…, beralamat di….. (Tidak Perlu diterjemahkan).

    7. Fotokopi KTP & paspor calon mempelai WN Indonesia.

    8. Fotokopi DNI/ NIE & Paspor calon mempelai WNA.

    8. Surat Keterangan Status calon mempelai WNA.

    9. Fotokopi Akte Kelahiran calon mempelai WNA.

    CATATAN:
    ** Apabila Status Sipil calon mempelai adalah Duda/ Janda/ Cerai hidup/ mati, maka harus dilampiri juga akte/ Surat Duda/ Janda/ Cerai hidup/ mati tersebut, dan diterjemahkan secara resmi ke dalam bahasa negara calon mempelai WNA, kemudian dilegalisir di Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan calon mempelai WNA di Jakarta dan KBRI di negara calon mempelai WNA.
    **** Apabila diminta oleh pihak berwenang negara calon mempelai WNA.
    Nº 1, 2 & 4 harus diterjemahkan ke dalam bahasa negara calon mempelai WNA secara resmi dan dilegalisir sampai Kedubes calon mempelai WNA di Jakarta. Kemudian dokumen tersebut (baik yang terjemahan maupun yang asli) diserahkan ke KBRI di negara calon mempelai WNA untuk dilegalisir dan dibuatkan Surat Keterangan Kapasitas Kemampuan Nikah.

  21. Assalamua’alaikum wr.wb , saya menjalin hub dengan wna canada yang insya allah akan melangsungkan pernikahan di canada , yang jadi pertanyaan saya , kalo nikah disini jika kita muslim menikah di KUA , sedangkan kalau di canada kalau nikah secara muslim bagaimana yah atau mengikuti peraturan yang ada disana , lalu jika saya melaporkan diri setelah menikah di canada apakah saya dapat akta kawin dari KUA , sempat kepikiran kita nikah secara siri dulu di jakarta then di canada , terus jika keberadaan ayah saya tidak diketahui keberadaannya entah dia hidup atau tidak , wali saya di canada siapa yah mbak , mohon pencerahannya mbak , sumpah bingung , calon suami memang mau masuk islam tapi dilihat dari prosedur pernikahan lebih mudah buat dia nikah disana , maaf kalau pertanyaannya complicated , terima kasih sebelumnya

    • wa’alaikumsalam…
      saya ingin memberi informasi kepada mba Liez,meskipun mba Lies sudah faham tentang hukum ini, saya ingin mengingatkan lagi. Hukum mengenai perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam adalah jelas-jelas dilarang (haram). Dalil yg digunakan untuk larangan menikahnya muslimah dengan laki-laki non Islam adalah Surat Al Baqarah(2):221,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
      Jadi, wanita musliman dilarang atau diharamkan menikah dengan non muslim, apapun alasannya. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Alquran di atas. Bisa dikatakan, jika seorang muslimah memaksakan dirinya menikah dengan laki-laki non Islam, maka akan dianggap berzina.

      saran saya, alangkah baiknya calon suami mba Lies segera memualafkan dirinya, hal ini juga agar mba Lies tidak menyesal atau mendapatkan kesukaran dikemudian hari, ajak calon suami ke indonesia, bertemu keluarga dan memualafkan diri. meski prosesnya menjadi agak lama, insyaallah labih baik.

      sebaiknya menikah di indonesia calon suami mba Lies melengkapi surat-surat dari daerah atau negara asalnya. Untuk dapat menikah di Indonesia, ia juga harus menyerahkan “Surat Keterangan” yang menyatakan bahwa ia dapat kawin dan akan kawin dengan WNI. SK ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya. Selain itu harus pula dilampirkan:

      • Fotokopi Identitas Diri (KTP/pasport) yang berlaku.
      • Fotokopi Akte Kelahiran
      • Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin;atau Mempunyai surat keterangan mengenai status yang bersangkutan (single, duda atau janda) berupamarriage licence dari Municipal Office setempat, untuk wilayah Ontario dari Office the Registrar General.Marriage licence ini hanya berlaku 3 bulan (Ontario Municipal Office).
      • Akte Cerai bila sudah pernah kawin; atau
      • Akte Kematian istri bila istri meninggal
      • Bagi yang beragama Islam, dilakukan di KUA.
      • Bagi yang beragama bukan Islam, pernikahan dilakukan di Kantor Catatan Sipil, dengan catatan: Pernikahan yang dapat dicatat adalah pernikahan yang telah dilangsungkan sesuai ketentuan hukum agama masing-masing (pasal 2 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan).
      • Mempunyai izin dari Kedutaan Besar/Konsulat Kanada di Indonesia.

      Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penterjemah yang disumpah dan kemudian harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara WNA tersebut yang ada di Indonesia.

      wali nikah mba Lies adalah wali hakim.

      semoga dimudahkan mba Lies…

  22. mengenai hukum tersebut aku sudah tau , alhamdulillah dia mau convert mbak , insya allah memang tahun depan kita laksanain convert nya , kenapa dilaksanakan dicanada proses bagi dia ga bertele tele , memang rencana me mualafkan dia dulu , nikah secara agama disini , karena ga mungkin semua keluarga hadir ke pernikahan aku dicanada , amin amin ya Allah .. terima kasih doanya

  23. Hi mbak Sulis..

    Mbak sebelumnya saya ucapkan thanks uda sharing info yg sangat berguna ini.. Saya masi ada kebingungan ni..

    Saya dan calon suami sama-sama WNI. Tapi calon suami saya sudah permanent residence disana. Dia bilang, menikah lenih mudah disana agar epngurusan PR saya lebih cepat…

    Menurut mbak Sulis, baiknya saya bagaimana? Perlu Merid di jakarta dl atau bagaimana? Lalu calon saya juga perlu pake surat dr kedutaan kanada bahwa dia blm pernah menikah sgala?

    Ada saran yang lebih baik? Dan maaf.. Kami berdua christian. Sebaiknya gimana ya?

    Thank you banget sebelumnya yaaa..

    • Mba Irma, saya rasa jika mba Irma tanya dan mencari info ke KBRI di Kanada maka akan lebih mempermudah mba dalam pengambilan keputusannya. jika memang sudah yakin yang terbaik mana ambillah proses yang tidak mempersulit diri. semoga dimudahkan yaa.. :)

  24. Saya sudah menikah dengan pria yunani di kedutaan yunani di Jakarta. Bagaimana prosedur pendaftaran akta nikah/ sertifikat pernikahan di catatan sipil? Apakah kami bisa mendaftarkan pernikahan tersebut di KUA? Karena suami mualaf setelah menikah di kedutaan yunani.

    • mba Ryanti….

      Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU 1/1974”) menyatakan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Dan pada Pasal 10 PP No. 9 Tahun 1975 dinyatakan bahwa perkawinan baru sah jika dilakukan di hadapan pegawai pencatat dan dihadiri dua orang saksi. Dan tata cara perkawinan dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jadi, UU 1/1974 tidak mengenal perkawinan beda agama, sehingga perkawinan antar agama tidak dapat dilakukan.

      Adapun Mahkamah Agung dalam yurisprudensinya tanggal 20 Januari 1989 Nomor: 1400 K/Pdt/1986, memberikan solusi hukum bagi perkawinan antar-agama adalah bahwa perkawinan antar-agama dapat diterima permohonannya di Kantor Catatan Sipil sebagai satu-satunya instansi yang berwenang untuk melangsungkan permohonan perkawinan beda agama. Dalam proses perkawinan antar-agama maka permohonan untuk melangsungkan perkawinan antar-agama dapat diajukan kepada Kantor Catatan Sipil.

      bisa di KUA,

      Untuk pengurusan pernikahan di Indonesia (catatan: KUA):
      Dari KUA di minta “Letter of Impediment” yang dikeluarkan Kedubes negara ybs, yang diterjemahkan ke bhs. Indo. Setelah itu, KUA juga minta syarat2 standard, seperti Surat Keterangan RT/RW, KTP, paspor calon suami, foto 2×3 dan 3×4, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan surat Mualaf bagi suami. Kalau surat mualaf, bisa cari saja di masjid setempat, biasanya mereka sudah punya formatnya.sedang bagi Muallaf Harus ganti KTP dan agama harus tertulis ISLAM, Kalau semua dokumen sudah lengkap, pernikahan bisa dilaksanakan.

      Setelah menikah langsung lapor ke Kedubes negara suami. Di kedubes diminta fotokopi buku nikah dan terjemahannya lalu surat keterangan dari Catatan Sipil yang menerangkan kalau pernikahan kita sah meski nggak dilakukan di Capil (karena lewat KUA). Untuk mendapatkan surat ini, bawa fotokopi buku nikah ke Departmen Agama di kota kamu, untuk dibuatkan surat keterangan. Lalu, surat keterangan itu dibawa ke Capil untuk dibikinkan surat keterangan lain.

      setelah menikah jangan lupa lapor ke Kantor Imigrasi di kota mba Ryanti sesuai KTP, ya). syaratnya cuma isi formulir di sana, fotokopi paspor suami, KTP, fotokopi buku nikah dan buku nikah yang asli (karena akan diberi keterangan di buku nikahnya).

      jika belum jelas juga, bisa langsung konsultasi ke pihak KUA terdekat…. semoga dimudahkan…

  25. assalamualaiku…aku rencana insyaallah mau menikah dengan duda warga malysia…aku punya anak 1 dr perkawinan ku yg lalu..kami cerai hidup..yang mau aku tanyakan bagaimana proses untuk anak aku agar bisa aku bawa tinggal ke sana …..thanks sebelum nya..

  26. mohon tanya ya mbak… aq menikah dgn WN Malaysia selama 8 thn dan sdh mendaftar perkawinan di Catatan sipil Malaysia. tp aq tdk tau klo hrs mendaftar perkawinan di Catatan Sipil Indonesia juga. so.. skrg bagaimana mbak, apakah aq bisa mendaftar perkawinan di KBRI setempat aja tanpa hrs mudik ? apakah aq akan didenda akibat terlewat mendaftar kawin di Indonesia… ?

    • langsung via info ke KBRI setempat ya, karena ini langsung praktek dilapangan sangan jauh dari teori….

  27. Hey there I am so delighted I found your blog, I really found you by mistake, while I
    was looking on Aol for something else, Anyways I am here now and would just like to
    say kudos for a marvelous post and a all round interesting blog (I also
    love the theme/design), I don’t have time to look
    over it all at the moment but I have bookmarked it and also added your RSS
    feeds, so when I have time I will be back to read more, Please do keep up the awesome work.

  28. Wow,,, saya sdh menikah slm 19 th dgn WNA,, dua anak, sdh bolak balik ke indo, tp blm pernah lapor pernikahan kami. Dr KBRI wkt itu ga dpt informasi. Jd slm ini pernikahan saya tidak sah or tdk diakui negara Indonesia yaa,,, jd klo tdk,slh mengartikan,, klo saya sedang di Indo,, status saya single dong… Wahh.. 😁

  29. ass..mba saya mau nanya,,
    apa sanksi atau hukum yang berlaku apa bila kita menikah tidak memenuhi persyaratan nika beda negara ???
    saya mau menika di malaysia tapi persyaratanya tdk lengkap..apaka sy tetap dapat melangsungkan pernikahan ??sy tdk bisa melengkapinya karna sy sangat sibuk dengan kontrak kerja saya bahkan untuk pertnikahan sy cuman punya waktu 4 hari atau waktu sangat singkat,,mohon bantuanya

    • Pernikahan tidak akan dapat dilangsungkan secara sah hukum negara, karena syarat-syarat menikah warna neraga Malaysia dan WNI sebagai berikut:

      A. syarat-syarat dari negara malaysia untuk,
      1. Lelaki
      surat akuan bujang dari suruhanjaya sumpah
      ic
      pasport yang masih berlaku
      past fhoto 3×4 latar belakang biru
      2. Perempuan
      surat akuan bujang dari suruhanjaya sumpah
      surat akuan bujang dari orang tua
      ic
      pasport yang masih berlaku
      surat restu dari orang tua
      past fhoto 3×4 latar belakang biru

      B. syarat-syarat dari negara Indonesia untuk
      1. Lelaki
      KTP
      Pasport
      surat akuan bujang dari RT, RW, lurah & dinas kependudukan daerah setempat
      past fhoto 3×4 latar belakang biru
      KK (kartu keluarga)
      akte lahir

      2. Perempuan
      KTP
      pasport
      surat akuan bujang dari RT, RW, lurah & dinas kependudukan daerah setempa
      surat restu orang tua
      past fhoto 3×4 latar belang biru
      KK (kartu keluarga)
      akte lahir
      ijazah terakhir

      Tapi jika anda wanita wni yang non muslim ingin menikah dengan warga negara malaysia dan melangsungkan pernikahan di malaysia, anda harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

      1. syarat untuk wanita yang berstatus wni :
      KTP
      Pasport
      surat akuan bujang dari RT, RW, lurah & dinas kependudukan setempat
      KK (kartu keluarga)
      akte lahir
      ijazah
      surat restu orang tua yang telah disahkan oleh lurah setempat
      surat keterangan ingin menikah di luar negeri dari RT, RW & LURAH
      past fhoto 3×4 latar belakang biru

      2. dan syarat bagi calon suami (WNA) dari wanita yang wni harus memenuhi syarat
      yang berlaku di indonesia :
      poto copy IC suami
      poto copy pasport suami
      surat akuan bujang suami dari negara nya
      past fhoto 3×4 latar belakang biru

      catatan :
      Setiap pengurusan document jangan pernah lupa membawa document asli karna itu sangat menunjang / untuk mempermudah semua urusan pengesahan pernikahan, dan di photo copy.

      Untuk mendapatkan pengesahan semua document anda harus mendatangi 3 alamat yang
      di tunjuk ini :

      1. KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
      No 233 Jalan tun razak 50400 Kuala lumpur Tel : 03-21452011

      2. KETUA SETIAUSAHA KEMENTERIAN LUAR NEGERI, MALAYSIA
      No 1 Wisma putra Jalan wisma putra, presint 2 62602 Putra jaya
      Tel : 603-88874000 / 603-88874367

      3. PENDAFTAR BESAR BAHAGIAN PERKAHWINAN DAN PERCERAIAN
      JABATAN PENDAFTARAN NEGARA
      ARAS 1, No 20 Persiaran perdana presint 2 Pusat pentadbiran kerajaan persekutuan
      62551 Wilayah persekutuan, Putra jaya
      Tel : 03-88808131 / 03-88808133 / 03-88808189


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: