Oleh: Sulis Syakhsiyah Annisa | 31 Juli 2010

“Sahabat Perjuangan” Vs “KDRT”

Pembahasan fiqh mengenai kekerasan dalam rumah tangga lebih banyak mengarah  kepada pemikiran tentang bagaimana seharusnya kehidupan rumah tangga sakinah dijalani. Dalam konteks ini, menurut M.Quraish Shihab, bahwa tali perkawinan itu: cinta, mawaddah, rahmah, dan amanah Allah. Jika seandainya cinta, mawaddah, rahmah hilang, namun bagi orang yang beragama masih ada amanah Allah yang harus dipegang teguh, sebab Allah berfirman dalam Qs. An-Nisa’ (4) : 19, yang artinya:

“…Dan bergaulah dengan mereka secara patut, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikannya kebaikan yang banyak.”

Karena menurut terminologi, Hukum Islam merupakan gabungan dari syariat dan fiqh secara sederhana dapat kita ketahui adalah seperangkat peraturan berdasakan wahyu Allah dan sunnah Rasul tentang tingkah laku manusia mukallaf yang diakui berlaku dan mengikat untuk semua orang yang beragama Islam….so, perlu kita ketahui dari sekarang,,,supaya kelak kita mendapatkan keberkahan dari hidup setelah membujang. Siapa lagi teladan yang patut kita teladani, Rasulullah Saw memiliki kehidupan yang membuat kita tersipu-sipu saat membaca sejarah keteladanan beliau, seorang kepala keluarga yang selalu santun terhadap istrinya, fragmen keteladanan beliau:

Ketika seorang Badui Arab bertanya kepada Aisyah, bagaimana akhlak Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga? Aisyah hanya menjawab, “Ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. “Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, “Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.”

Pada kesempatan yang lain, Aisyah sungguh terkejut ketika menjelang subuh, Aisyah tidak menemukan suaminya berada di sampingnya. Ketika keluar membuka pintu, Aisyah terkejut. Dia melihat Rasulullah tidur di depan pintu. Dalam keterkejutannya, Aisyah bertanya, “Mengapa engkau tidur di sini?” Nabi Muhammmad menjawab, “Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.”

Beginilah Rasulullah Saw, manusia yang istimewa mampu membuat orang-orang  didekatnya menjadi teristimewa. Hal ini sangat berbeda jauh dari kondisi modernisasi  seharusnya ketegasan yang dilakukan suami dan kepala keluarga harus melihat kepada manfaat dan permasalahan yang terjadi. Juga jangan sampai berlebihan sehingga menjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jadikanlah ketegasan tersebut sebagai obat dan vaksin dalam mencegah munculnya nusyuz dan pelanggaran syari’at dalam rumah tangga. Jangan sampai suami membiarkan istri berbuat pelanggaran agama hanya dengan dalih khawatir melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sebab membiarkan isteri maksiat tanpa ada teguran dan tindakan terapinya merupakan perbuatan tercela dan diancam Allah dengan siksaan yang berat. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam :

Artinya: “Tiga orang yang Allah tidak melihat mereka pada hari kiamat; orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan tomboy (menyerupai lelaki) dan ad-Dayûts.” (HR al-Nasaa’I dan dishahihkan al-Albani dalam Silsilah al-Shohihah 2/229). Ad-Dayyûts ini dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika ditanya:

Artinya: “Dan ad-Dayûts adalah yang membiarkan kemaksiatan pada keluarganya” [HR Ahmad dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ as-Shaghir No. 5363].

Melarang istri dari perbuatan dosa dan maksiat termasuk ketegasan suami dan bukan termasuk KDRT, walaupun terkadang tampak mengekang kebebasan istri, hal ini tidak perlu sampai dengan memindahkan tangan ke anggota tubuh istri.

Saling Memahami Hak dan Kewajiban

Hal yang sering salah kaprah dipahami dalam bermuamalah, baik itu di rumah tangga atau di masyarakat pada umumnya adalah keinginan seseorang untuk memperoleh hak, sering lebih didahulukan daripada menunaikan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakannya. Islam mengajarkan kepada kita, bahwa setiap muslim harus terlebih dahulu memperhatikan kewajiban yang mesti ia tunaikan.

Adapun hak seseorang dalam pandangan Islam, akan ia peroleh dengan sendirinya jika ia telah selesai menunaikan apa yang menjadi kewajibannya. Realita menunjukan suatu masyarkat yang terlalu banyak menuntut haknya, maka dijamin masyarakat tersebut akan berantakan dan kehidupannya kacau balau. Demikian pula kehidupan rumah tangga.

Jika sang istri terlalu banyak menuntut haknya, demikian juga sang suami maka hal ini memicu adanya rumah tangga yang jauh dari sikap akur yang ada hanyalah selalu ramai dengan pertengkaran dan perselisihan. Akan tetapi jika masing-masing lebih mengedepankan pelaksanaan kewajiban masing-masing terhadap pasangannya, keluarga tersebut akan berjalan dengan penuh keharmonisan, saling memahami.

Kepercayaan hendaknya selalu dipupuk agar cinta semakin segar seindah embun pagi, ketika kita sudah hidup dikarunia Allah seorang teman hidup yang dengan cintanya, keteguhan hatinya dalam dakwah dan ma’isyahnya untuk keluarga dan masyarakat, apalagi yang kita butuhkan?

Ingatlah ketika perjuangan disaat membujang, kita sering bingung ingin berbagi perasaan kita dengan orang lain, saat kita ingin pergi jauh tanpa teman mahram, saat kita butuh menyandarkan kepala kita yang berat, bersyukurlah dengan karunia Allah SWT karena kita telah memiliki sahabat perjuangan menuju JannahNya, hormatilah, perlakukanlah ia dengan lembut, jaga kehormatannya, dan tuntunlah ia agar ia bisa menjadi bidadari Dunia.


Responses

  1. subhanallah..coba kalo smua suami istri begitu indah rasanya dunia. tapi ngomong2
    dua hadits di awal tulisan yang meriwayatkannya siapa ya mbak?salam kenal barakallahu fiik..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: