Oleh: Sulis Syakhsiyah Annisa | 3 Maret 2012

Pembaruan Hukum Keluarga di Negara-Negara Muslim

Pengertian

Hukum Keluarga yaitu sebuah peraturan hukum yang membahas hubungan interen keluarga yang mengkaji masalah perkawinan, percerain, perwalian, kewarisan, perwakafan (wakaf ahli) dengan segala akibat hukumnya.

Kategorisasi keluarga muslim dalam rangka pembaruan pada awal abad 20, Turki pada tahun 1917, Negara-negara jajahan Turki secara otomatis memberlakukan hukum keluarga Turki, dan gerakan Turki diikuti oleh Negara-negara lainya termasuk Indonesia telah mengadopsi Hukum keluarga Turki.

Kategorisasi Negara-negara yang melakukan Pembaruan.

  1. Negara-negara yang tidak sama sekali mau melakukan pembaruan, mereka hanya melakukan pembaruan hukum keluarga sesuai dengan mazhab fiqh yang mereka anut, contohnya yaitu Saudi Arabiah (menganut mahzab Hambali)
  2. Negara-negara yang sama sekali meninggalkan hukum keluarga Islam, namun mereka mengganti dengan hukum Civil Eropa, contohnya yaitu Negara Turki (menganut hukum Civil Eropa dari Swiss)
  3. Negara-negara yang berusaha memberlakukan hukum keluarga Mazhab dengan memberlakukan tujuan pembaruan hukum keluarga di Negara-negara Muslim, terbagi atas 3 tujuan:

a)      Tujuan unifikasi hokum keluarga di Negara yang bersangkutan dengan penyeragaman hukum, unifikasi tersebut yaitu:

  • Unifikasi berlaku untuk muslim dan non muslim.
  • Unifikasi berlaku untuk muslim dengan menyatukan dua aliran besar dalam Islam yaitu Sunni dan Syiah, contonya yaitu Negara Irak dan Iran.
  • Unifikasi berlaku untuk muslim dengan memberlakukan antar mazhab dikalangan Sunni.
  • Unifikasi berlaku untuk muslim saja dalam bentuk satu mazhab saja, dijadikan sebagai mazhab yang terkait dengan Negara, seperti halnya dengan:

–          Fiqh adalah pemikiran yang tidak dijadikan undang-undang/tidak mengikat.

–          Qonun adalah fiqh Ta’nin, pemahaman yang dijadikan undang-undang.

–          Yurisprudensi adalah pemahaman hakim terdahulu, dapat dijadikan rujukan pakar-pakar hukum yang lain.

–          Fatwa adalah pemahaman terhadap suatu perkara yang muncul setelah adanya perkara.

b)      Tujuan peningkatan Status Wanita

Adanya isu-isu gender yang berangkat dari hokum keluarga hingga akhirnya Undang-undang No.1 tahun 1974 diubah untuk lebih pada peningkatan status derajat wanita, harkat dan martabat wanita.

c)      Tujuan menyesuaikan denan perkembangan zaman.

Adanya perubahan zaman yang terus-menerus agar tidak tertinggal dengan perkembangannya.

Pola Bentuk Pembaruan Hukum Keluarga Muslim

Pola bentuk pembaruan ini terbagi atas dua yaitu:

  1. Intra Doctrinal Reform

Pembaruan yang masih berkisar pada pendapat-pendapat iman mazhab, dengan model:

  • Talfif : mencampur adukan dengan undang-undang
  • Tahayyur : tetap pada satu mazhab yang diikuti
  1. Extra  Doctrinal Reform

Pola pembaruan yang sudah keluar dari Imam Mazhab, contohnya yaitu Poligami dilarang di Tunisia padahal dalam al-qur’an tidak dilarang.

Dengan dua pola:

  • metode siasyah syar’iyah
  • interpretasi nash (melakukan ijtihad sendiri)

Isu-isu Pokok Undang-undang Islam Yang Mengalami Pembaruan Hukum

Hal ini mendapatkan perhatian, diantaranya yaitu:

  1. pembatasan usia minimal kawin dan jarak umur pasangan
  2. masalah perwalian, peran wali dalam pernikahan
  3. persoalan pendaftaran dan pencatatan pernikahan
  4. masalah pembiayaan pernikahan, ada batas maxsimal mahar
  5. masalah poligami
  6. masalah nafkah istri dan keluarga
  7. persoalan talak dan cerai dimuka Pengadilan
  8. persoalan hak-hak perempuan setelah cerai
  9. masalah hamil dan akibat hukumnya, anak diluar nikah
  10. masalah hadhonah,  hak pengasuhan anak pasca cerai
  11. masalah hak waris
  12. masalah wakaf ahli, keabsahan dan peralihan wakaf ahli
  13. masalah wasiat bagi ahli waris.
sumber : Euis Nurlaelawati ( dosen fakultas Hukum UIN Syahid Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: