Berawal dari SiNi

Khitbah  (Peminangan)…

Kata khitbah dalam bahasa arab yang secara sederhana diartikan dengan penyampaian kehendak untuk melangsungkan ikatan perkawinan. Lafaz khitbah merupakan bahasa arab standard yang terpakai dalam  pergaulan sehari-hari, sebagaimana dalam firman Allah  dalam QS. Al-Baqarah: 235. yang artinya:

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf. dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. dan Ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-Nya, dan Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

meminangMengkhitbah maksudnya seseorang laki-laki meminta kepada seorang perempuan untuk menjadi istrinya dengan cara-cara yang sudah berlaku di masyarakat dan harus sesuai dengan syari’at islam. Mengkhitbah termasuk usaha pendahuluan dalam rangka pernikahan mengkhitbah juga langkah yang paling ma’ruf, karena mengkhitbah termasuk dari jenjang yang serius. Karena Allah sudah menggariskan agar masing-masing pasangan yang ingin nikah, terlebih dahulu saling mengenal sebelum melaksanakan akad nikah, agar pelaksanaan pernikahannya nanti benar-benar pandangan dan penilaian yang jelas.

Hukum Peminangan

Dalam Al-Qur’an dan dalam Hadist Nabi memang ada yang membicarakan soal peminangan. Namun tidak ditemukan secara jelas dan terArah adanya perintah atau larangan melakukan peminangan. Oleh karena itu, dalam menetapkan hukumnya tidak terdapat pendapat ulama yang mewajibkannya, dalam arti hukumnya Mubah, namun Ibnu Rusyd dalam bidayat almujtahid yang menukil pendapat daud al- Azzahiry yang mengatakan hukumnya Wajib.[1]

Hikmah Peminangan

Hikmah adanya peminangan adalah untuk lebih menguatkan ikatan perawinan yang diadakan sesudah itu , karena dengan peminangan keduanya belah pihak dapat saling mengenal agar tidak ada perasaan menyesal dikemudian hari.

Akibat Hukum Peminangan

Akibat hukum menurut KHI pasal 13 terdiri dari dua ayat, yakni:

  1. Pinangan belum menimbulkan akibat hukum dan para pihak bebas memutuskan hubungan peminangan
  2. Kebebasan memutuskan hubungan peminangan dilakukan dengan tatacara yang baik sesuai dengan tuntunan agama dan kebiasaan setempat, sehingga tetap terbina kerukunan dan saling menghargai.

[1] Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia Antara Fiqh dan Undang-undang Perkawinan, Jakarta: Prenada Media, 2006, h.49

Menikah…

Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda Kebesaran Allah bagi kaum yang berfikir (Qs.Ar-Rum: 21)

Begitulah firman Allah, bahwa tiap manusia sudah menjadi fitrah memiliki rasa cinta dan kasih sayang…ketika sudah saatnya maka sudah menjadi suatu kewajaran dan  kewajiban menikah..

Sekali tempo Islam mengingatkan bahwa sesungguhnya menikah adalah termasuk sunnah para Nabi dan petunjuk para Rasul. Mereka itulah para pemimpin yang harus kita ikuti petunjuknya. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Dan sesungguhnya Kami telah beberapa Rasul sebelum kamu (Muhammad), dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan (Ar-Ra’d: 38)

Pandangan Syariat tentang Pernikahan..

Pernikahan itu hukumya dapat menjadi wajib, jika seseorang yang bersangkutan khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang dilarang, jika sampai tidak menikah. Hukum menikah:

1. Pernikahan yang sunnah

menurut mayoritas ulama ahli fiqh, menikah itu hukumya sunnah bagi seseorang yang merasa tidak khawatir terjerumus kepada keharaman.

2. Pernikahan yang Haram

Pernikahan hukumnya haram, jika orang yang bersangkutan merasa yakin bahwa dengan menikah ia akan menzhalimi dan menyengsarakan calon istrinya. Contoh: belum mampu memberikan nafkah, sebab hukum sesuatu yang menyebabkan keharaman itu juga haram. disebutkan dalam kaidah ” Jika yang halal dan yang haram berkumpul, maka yang menang adalah yang haram”

3. Pernikahan yang makruh

Makruh hukumnya pernikahan, jika seseorang yang bersangkutan merasa khawatir bahwa ia nanti akan mezhalimi istrinya, tetapi itu hanya sekedar kekhawatiran saja, tidak sampai pada tingkat keyakinan.

4. Pernikahan yang mubah

boleh atau mubah hukumnya pernikahan, jika tidak ada faktor-faktor yang mendorong atau kendala-kendala yang melarang.

Doa yang sering kita lantunkan, bagi mempelai pengantin, agar penikahannya menjadi berkah, sakinah,  mawadah dan  warahmah…

barakah

nikah 1

Ada Ladang Amal Shalih..

Pernikahan adalah keagungan yang diberikan Allah kepada manusia, di dalamnya ada keindahan dan ketentraman, di dalamnya ada rasa cinta kepada kekasih sebagai penguat langkah, peneguh jiwa dan penopang amanah, di dalamnya juga ada ladang amal shalih.

Tugas suami memang memberikan pendidikan adan pengarahan kepada istri, tetapi ketika istri memiliki pengetahuan agama lebih banyak dia dapat mengajarkan kepada suaminya apa-apa yang tidak diketahuai, dengan niat berbakti kepada suami dan mencari ridha Allah, hingga tujuan kita memiliki keturunan yang memberi bobot kapada bumi dengan kalimat laa ilaaha illallah..

Menikah dan Menuntut Ilmu…

Islam memandang pernikahan sebagai kemulyaan yang sangat tinggi derajadnya. Allah menyebut ikatan pernikahan sebagai Mitsaqan ghalizha..(perjanjian yang sangat berat). Hanya tiga kali istilah ini disebutkan dalam Al-Qur’an, dua lainnnya berkenaan dengan tauhid, sedang tahid adalah inti agama.

Islam menganjurkan umatnya untuk menikah. demikian tingginya kedudukan pernikahan dalam Islam, sehingga menikah merupakan separo agama. Rasulullah Saw, bersabda, “Apabila seorang hamba telah berkeluarga, berarti diatelah menyempurnakan separo dari agamanya. Maka takutlah kepada Allah terhadap separo yang lainnya.” (HR Ath-Thabrani)

Islam juga meletakkan penghormatan yang sangat tinggi terhadap ilmu dan orang yang menuntutnya. banyak sekali hadist shahih maupun hasan, yang menunjukkan menuntut ilmu. Dalam Surat Al-Mujahidah, Allah SWT telah berfirman, “Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”

Niat Keika Ingin Menikah…

sebagaian Pernikahan menjadi penuh barakah karena niat awal ketika memutuskan untuk menikah. Al-Idris Asy-Syafi’i menikah semata karena ingin mendapatkan ridha dari pemilik pohon delima atas apa yang ia makan. Dia bersedia menikah asal delima yang sudah dimakannya diikhlaskan dan pemiliknya ridha..Maka ia menikah dengan Fathimah, putri pemilik pohon delima, dari rahim istrinya lahirlah Muhammad bin Idris, yang kita kenal dengan Imam Syafi’i karena keutamaan ilmu dan akhlaknya, samapi saat ini kita masih mengambil ilmu dari apa yang diwariskan oleh beliau…subhanallah…

sehingga kita perlu menyadari bahwa manfaat menikah, bertujuan pokok dikaruniai anak keturunan, karena kesinambungan terhadap anak merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya, hal tersebut dapat ditinjau dari empat segi dan itulah yang pokok dalam mendorong pernikahan ketika keadaan aman dari godaan-godaan aman nafsu syahwat. Oleh karena itu, ada salah seorang sahabat yang merasa tidak suka jika harus bertemu dengan Allah dalam keadaan masih membujang. Empat segi tersebut adalah:

1. Mencari cinta Allah dengan berusaha mendapatkan keturunan,

2. Mencari cinta Rasulullah Swa dengan cara memperbanyak keturunan, karena beliau akan membanggakan kita pada umat-umat lain pada hari akhir kelak (yang ini menurut saya tidak urgen karena, yang terpenting kita adapat mendidik, merawat, mensejahterakan anak dengan baik, tidak kuantitas, tapi kualitas)

3. Mencari keberkahan yaitu doa anak yang shalih, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, praktis amalannya terputus, kecuali yang tiga perkara, yalni; shadhakoh jariyah,ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih”

4. Mencari syafaat dengan kematian anak kecil yang meninggal dunia sebelum orang tuanya, hal ini atas riwayat Abu Hasan, Abu Hurairah menjawab, berdasarkan sabda Rasulullah Saw : ” Anak-anak kecil mereka merupakan simpanan-simpanan syurga, salah seorang mereka akan menemui ayahnya, dia akan berkata kepada kedua orangtuanya sambil memegang pakainnya dengan tangannya, seperti aku memegang pakainmu seperti ini, dan dia tidak akan melepaskan sampai Allah memasukkannya berikut kedua orang tuanya kedalam Syurga” (diriwayatkan oleh Muslim (2635))

seorang anak yang meninggal dunia mendahului orantuanya ia akan memberikan manfaat kepada orangtuanya, demikian jika sang anak berusia panjang ia juga akan memberikan manfaat bagi keduanya. Allahhu a’lam..

keluarga

Responses

  1. “Kehidupan rumah tangga adalah ‘hayatul amal’. Ia diwarnai oleh beban-beban kewajiban… Landasan kehidupan rumah tangga bukan semata kesenangan dan romantika, melainkan tolong-menolong dalam memikul beban kehidupan dan beban dakwah…”.imam syahid..

    banyak blognya berisi tentang nikah dan rumah tangga…..buat orang yang sedang meyiapkan diri dan mempersiapkan ilmunya seperti sholeh sangat berguna..mohon ijin menyebarkannya boleh kan??

    i like this.
    trims

    • Tafadhal, jika memang berkenan,,🙂
      memang tujuan utama blog ini adalah berbagi ilmu dan mendapatkan ilmu,
      semoga bermanfaat…
      dan dilancarkan untuk mempersiapkan diri….

  2. assalamu’alaikum…

    waaah, blognya bagus mbak!!
    keren… keren… pakar menulis ni ya ternyata.hehe…

    jazakillah ukh. blog yang sangat bermanfaat bagi ana.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: